Minggu, 06 Maret 2016

Maret 2016, Jokowi Blokir Facebook, Twitter dan Youtube

Kita tahu kan bagaimana sosok Jokowi, beliau tidak main-main dengan ancamannya, akhir-akhir ini pemerintah Indonesia sedang galak-galaknya ancam blokir medsos Tumblr karena menyebarkan konten pornografi, seiring dengan kasus Tumblr ini, Menkominfo Rudiantara berencana akan memaksa Facebook, Twitter, Google, WhatsApp dan LINE untuk meningkatkan statusnya di Indonesia yakni  memiliki badan usaha tetap di Indonesia, jika seruan ini tidak di indahkan maka layanan raksasa web dan medsos tersebut akan di blokir.

Meski Twitter dan Facebook memiliki kantor cabang di Jakarta, namun hal ini tidak menjamin perlindungan konsumen di indonesia.

Untuk itu, agar kedua raksasa medsos ini bisa bertanggung jawab saat adanya keluhan pelanggan atas penyalahgunaan baik konten maupun data didalamnya maka perusahaan ini diharuskan memiliki badan usaha resmi di Indonesia.

Dengan alasan diatas, bisa dipastikan inti dari masalah ini sebenarnya adalah masalah pajak, pemerintah sepertinya menghendaki agar layanan-layanan ini dapat beroperasi secara resmi di Indonesia agar bisa membayar pajak ke pemerintah Indonesia, negara kita pun mendapatkan keuntungan dari web-web raksasa ini.


Hal ini mengemuka saat Menkominfo Rudiantara merilis laporan mengejutkan dimana total biaya pemasangan iklan di platform digital yang didapat dari para pelaku usaha individu maupun perusahaan di Indonesia mencapai $850 juta selama tahun 2015, dan 70% dari nilai ini didominasi oleh Facebook dan Twitter. Fantastis bukan?
 
Pendapatan sebesar itu tentu tak ada artinya jika mendapatkan pajak dari mereka, melainak membayar pajak mereka hanya berlaku di luar negeri, Ini tidak adil buat pemerintah indonesia karena indonesia menjadi salah satu pengguna terbesar layanan tersebut jika dilihat dari jumlah penduduk.

Untuk itu Menkominfo menyatakan bahwa bulan Maret 2016 nanti, akan ada kebijakan baru yang mengatur hal ini dan kebijakan itu akan berjalan, bagi pihak yang tidak mau bekerjasama dengan sangat terpaksa diblokir dari Indonesia.

Rencana ini telah disampaikan Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Silicon Valley beberapa waktu lalu, mengingat sebagian besar perusahaan menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintah Indonesia maka rencana pemblokiran kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Bagi para pecinta Facebook dan Twitter, anda bisa sedikit lega karena kedua perusahaan medsos raksasa dunia ini menunjukkan iktikat baiknya, artinya mereka tidak hanya ingin ambil untung sendiri sehingga mau bekerjasama dengan kita Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar